Monday, July 31, 2017

Mengatasi Infeksi Jamur Selama Kehamilan

Wanita hamil sangat rentan terserang infeksi jamur. Cari tahu apa yang perlu Anda ketahui tentang mencegah dan mengobati kondisi yang meskipun tidak berbahaya, namun membuat tidak nyaman ini. Dulu saat hamil Zanzan, tepatnya usia kandungan 6 bulan, saya terserang ISK (infeksi kandung kemih). Saya menderita demam tinggi nyaris 40 derajat Celcius. Sempat salah kompres menggunakan air dingin, akibatnya kulit jadi retak-retak. Untungnya bisa mulus kembali, hehe (kalo ngompres sebaiknya menggunakan air hangat). Sempat juga jadi parno, karena ada yang bilang jika ibu hamil demam tinggi bisa mengakibatkan anak terkena cacat spina bifida saat lahir. yaitu kondisi tulang belakang tak menutup sempurna. Sejauh ini belum ada bukti pasti mengenai mitos tersebut, ya. Tapi bukan ISK yang mau dibahas nih. Tapi soal infeksi jamur selama kehamilan. Melonjaknya kadar estrogen saat kehamilan meningkatkan risiko terserang infeksi jamur, dan menjadikan penyakit ini sebagai infeksi vagina yang paling umum selama kehamilan. Bahkan hampir 75 persen dari semua wanita dewasa setidaknya pernah mengalami infeksi jamur. Kabar baiknya, infeksi jamur tidak memengaruhi kehamilan atau janin dalam kandungan. Infeksi jamur disebabkan pertumbuhan berlebih dari jamur vagina yang disebut Candida albicans. Saat keseimbangan bakteri dan ragi dalam vagina berubah (biasanya terjadi saat hormone estrogen meningkat karena kehamilan, penggunaan kontrasepsi oral atau terapi estrogen) jamur ini bisa tumbuh terlalu pesat dan menyebabkan gejala infeksi. Kelembapan yang berlebihan juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan, membuat daerah genital menjadi tempat yang ramah untuk pertumbuhan jamur. Gejala dan Komplikasi Peningkatan cairan vagina selama kehamilan adalah hal yang biasa terjadi. Cairan yang bening, tidak berbau, tidak berlebihan dan tidak menimbulkan keluhan ini disebut leukorrhea. Namun infeksi jamur mengakibatkan cairan vagina menjadi putih kental dan tidak berbau, menimbulkan keluhan seperti gatal dan terbakar pada organ genital. Gejala infeksi jamur lainnya bisa termasuk nyeri saat buang air kecil dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual. Untungnya, infeksi jamur tidak berbahaya. Penderita hanya merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Namun saat Anda sedang hamil dan terserang infeksi jamur, maka ada kemungkinan infeksi tersebut menyebar ke bayi yang baru lahir. Jamur yang menyebabkan infeksi vagina juga bisa menyebabkan sariawan. Dalam hal ini bayi Anda bisa mengembangkan infeksi jamur di mulutnya, yang disebut thrush.Thrush ditandai dengan bercak putih di sisi dan langit-langit mulut bayi serta di lidah. Satu hal yang harus diperhatikan, gejala infeksi jamur mirip dengan penyakit lainnya yang lebih serius, seperti penyakit seks menular atau vaginosis bakterialis.Inilah alasan mengapa Anda tidak boleh mengabaikan gejala infeksi jamur, terutama di masa kehamilan. Jika Anda mengalami gejala keputihan berwarna kuning, abu-abu atau kehijauan dengan bau yang menususk atau gatal-gatal disertai rasa terbakar di area genital, segera kunjungi dokter Anda. Mencegah Infeksi Kita memang tidak bisa mengendalikan hormone, namun kita bisa melakukan pencegahan infeksi jamur dengan cara menjaga daerah kewanitaan tetap kering. Berikut hal yang bisa dilakukan: 1. Menggunakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan membuat udara bersirkulasi dengan baik sehingga area kewanitaan tetap kering. 2. Tidur tanpa mengenakan pakaian dalam di malam hari, agar daerah kewanitaan bisa “bernapas.” 3. Hindari mandi berendam dengan gelembung sabun, lebih baik , mandi dengan pancuran air (shower). 3. Gunakan sabun yang lembut dan tanpa pewangi untuk membersihkan organ intim. 4. Jangan menggunakan douche (pembersih atau penyemprot vagina). 5. Selalu membersihkan organ gential dari arah depan ke belakang. 6. Segera mengganti pakaian sehabis berenang dan ganti pakaian setelah berolahraga. 7. Setelah mandi atau berenang, pastikan area genital Anda benar-benar kering sebelum memakai celana dan baju. 8. Membatasi asupan gula sehari-hari dan batasi juga konsumsi produk biji-bijian olahan. (Foto: woman beauty & fashion magazine) Nah, enggak terlalu sulitkan mencegah infeksi jamur. Jaga selalu kehamilan agar tetap sehat ya bu-ibu.